Liburan Jadi Lebih Bermakna Lewat Jelajah #arsitekTOUR
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 26 Desember 2025 12:15
- Ditayangkan: Jumat, 26 Desember 2025 12:15
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 342
- 26 Des
Menjelang akhir tahun, mobilitas masyarakat kembali meningkat. Liburan keluarga, perjalanan lintas kota, hingga wisata ke luar negeri menjadi agenda yang ramai diperbincangkan. Namun, di tengah tren bepergian tersebut, muncul cara baru menikmati liburan yang mulai dilirik kalangan urban dan keluarga muda: menjelajahi kota dengan lebih sadar melalui pengalaman arsitektur.
Alih-alih hanya berfokus pada destinasi wisata populer, sebagian pelancong kini memilih menikmati perjalanan dengan memperhatikan ruang dan lingkungan yang mereka lewati. Bangunan, rumah tinggal, hingga ruang publik tidak lagi sekadar menjadi latar foto, melainkan bagian dari cerita perjalanan itu sendiri. Pendekatan inilah yang kemudian dikenal sebagai #arsitekTOUR—sebuah cara pandang yang mengajak wisatawan melihat kota dari sudut yang lebih dalam dan kontekstual.
Mengamati Kota, Menangkap Inspirasi
Menikmati #arsitekTOUR tidak memerlukan agenda khusus atau latar belakang arsitektur. Cukup dengan meluangkan waktu untuk mengamati detail bangunan, merasakan suasana ruang, serta memperhatikan hubungan antara desain dan aktivitas sehari-hari. Dengan pendekatan ini, liburan berubah menjadi pengalaman eksploratif yang ringan, namun sarat makna.
Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma, melihat tren ini sebagai bagian dari gaya hidup modern yang semakin relevan. “Liburan kini tidak hanya tentang pergi jauh, tetapi juga tentang bagaimana kita mengalami sebuah tempat. Dengan lebih peka terhadap arsitektur dan lingkungan sekitar, perjalanan dapat menghadirkan inspirasi baru, bahkan memengaruhi cara kita memandang ruang dan hunian sehari-hari,” ujarnya.
Rekomendasi Destinasi untuk Menikmati #arsitekTOUR
Untuk menjadikan #arsitekTOUR sebagai bagian dari liburan akhir tahun, sejumlah destinasi berikut menawarkan pengalaman yang kaya akan cerita ruang dan desain:
- Paris, Prancis
Lokasi rekomendasi: Boulevard Haussmann • Tepi Sungai Seine • Beaubourg
Paris menghadirkan dialog menarik antara arsitektur klasik dan modern. Boulevard Haussmann menjadi ikon perencanaan kota dengan fasad seragam dan tata ruang boulevard yang terstruktur. Sepanjang tepi Sungai Seine, bangunan bersejarah, jembatan, dan ruang publik membentuk lanskap urban yang harmonis dan nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Sementara kawasan Beaubourg, dengan Centre Pompidou sebagai pusatnya, menampilkan keberanian arsitektur kontemporer yang kontras namun tetap menyatu dalam konteks kota bersejarah.

2. Tokyo, Jepang
Lokasi rekomendasi: Asakusa • Ginza • Omotesando
Perpaduan tradisi dan inovasi terlihat jelas di Tokyo. Asakusa mempertahankan karakter arsitektur tradisional Jepang dengan rumah kayu dan bangunan bersejarah di sekitar kuil. Ginza merepresentasikan wajah modern Tokyo melalui bangunan komersial futuristik berteknologi tinggi. Sementara Omotesando dikenal sebagai koridor arsitektur kontemporer dengan karya arsitek dunia, menawarkan inspirasi tentang efisiensi ruang dan adaptasi desain di tengah kepadatan urban.

3. Bali, Indonesia
Lokasi rekomendasi: Ubud, Gianyar • Tabanan • Nusa Dua
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Bali menawarkan kekayaan arsitektur yang erat dengan filosofi dan alam. Ubud dan Gianyar menampilkan rumah tradisional Bali dengan konsep Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Di Tabanan, arsitektur menyatu dengan lanskap persawahan dan sistem irigasi Subakyang diakui UNESCO. Sementara Nusa Dua menghadirkan bangunan dan resor kontemporer yang mengadaptasi elemen lokal dalam skala modern.
3. Yogyakarta, Indonesia
Lokasi rekomendasi: Kraton Yogyakarta • Kotagede • SlemanYogyakarta menawarkan pengalaman arsitektur yang erat dengan nilai budaya lokal. Kraton Yogyakarta menjadi pusat filosofi tata ruang Jawa yang sarat makna simbolik. Kawasan Kotagede menghadirkan permukiman tradisional dan bangunan heritage dengan karakter Jawa klasik. Di wilayah Sleman, berkembang karya arsitektur kontemporer yang menyatu dengan alam dan lanskap lereng Merapi, menjadikan Yogyakarta destinasi #arsitekTOUR yang reflektif dan relevan.

4. Bandung, Indonesia
Lokasi rekomendasi: Jalan Asia Afrika • Jalan Braga • Dago dan Lembang
Sebagai kota kreatif, Bandung menyimpan banyak bangunan bersejarah bergaya Art Deco di kawasan Jalan Asia Afrika dan Braga, peninggalan era kolonial yang masih terawat. Sementara itu, kawasan Dago dan Lembang menunjukkan perkembangan arsitektur modern dan eksperimental yang memadukan desain kontemporer dengan kontur alam pegunungan. Bandung menjadi destinasi ideal untuk perjalanan singkat yang menggabungkan sejarah, kreativitas, dan inovasi desain.

Ketika liburan usai, pengalaman dari #arsitekTOUR tidak berhenti di perjalanan. Inspirasi yang ditemui—mulai dari penataan ruang, pemanfaatan cahaya alami, hingga cara bangunan menyatu dengan lingkungannya—kerap terbawa pulang dan memengaruhi cara pandang terhadap hunian sendiri.
Melalui #arsitekTOUR, setiap perjalanan menjadi cara sederhana untuk memahami bagaimana sebuah kota berkembang, beradaptasi dengan zamannya, dan membentuk ruang hidup bagi warganya. Beragam cerita, sudut pandang, dan visual inspiratif dari perjalanan tersebut juga dapat disimak melalui Podcast #arsitekTOUR di YouTube Merah Putih, yang menghadirkan inspirasi tentang ruang, kota, dan kehidupan sehari-hari yang dapat diterapkan di rumah.



















