Rumah Keluarga Atraktif Lewat Bentuk Geometris
- Kategori Induk: ARSITEKTUR & DESIGN
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Kamis, 18 November 2010 22:19
- Ditulis oleh admin1
- 18 Nov

Rumah Keluarga, tempat berkumpul seluruh keluarga besar, menjadi konsep yang diusung rumah ini. Rumah didesain dalam gaya tropis kontemporer yang dinamis, dengan aplikasi material yang memperkuat kesan alami.
Memiliki rumah besar di tengah lingkungan yang asri dengan pemandangan menawan, menjadi impian kebanyakan orang. Di dalam rumah, seluruh keluarga besar dapat berkumpul, sambil menyaksikan celoteh dan canda cucu-cucu yang sedang bermain.
Sosok rumah idaman itulah yang mengilhami keluarga Alie, untuk menghadirkan sebuah rumah untuk tempat bermain cucu, atau berkumpul anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Keluarga ini meyakini bahwa kebersamaan dan kemesraan sebuah keluarga besar, khususnya dalam menyambut acara-acara tertentu, pasti akan lebih bermakna jika dirayakan dengan berkumpul bersama.
Rumah keluarga, begitulah mereka menyebutnya. Rumah ini khusus dibuat untuk menyatukan ketiga anak mereka, yang masing-masing telah tinggal terpisah bersama keluarga masing-masing. David Ssantos, si sulung yang berprofesi sebagai arsitek, dipercaya untuk merancang rumah keluarga ini. Kawasan Sserpong, Tangerang, dipilih sebagai lokasi rumah, karena udara di lingkungan sekitar yang cenderung masih bersih dan jauh dari polusi.
Sebagai sebuah rumah keluarga, rumah dua lantai seluas 390 m² yang menempati lahan seluas 440 m² ini, dirancang untuk mengakomodir semua kebutuhan penghuninya, mulai dari yang tua hingga muda. Dilihat dari luasan bangunan, rumah ini terbilang cukup besar, maklum kebutuhan ruangnya memang cukup banyak. Ruang-ruang didesain berskala besar dengan konsep terbuka, sehingga menciptakan komunikasi antar ruang.
Selain kebutuhan ruang yang sifatnya standar, seperti kamar tidur, ruang keluarga dan ruang makan, rumah ini juga mengakomodir kebutuhan khusus. Ambil contoh dapur. Sselain pantry yang dilengkapi meja island ditengahnya, juga terdapat dapur kotor dan ruang simpan peralatan dapur yang cukup besar luasannya. Ternyata, sang nyonya rumah punya hobi memasak, jadi dibutuhkan ruang khusus penyimpanan perangkat memasak.
David juga merasa perlu menyediakan ruang bermain anak. Bersisian dengan innercourt, terdapat ruangan terbuka yang lantainya berlapis dek kayu, yang difungsikan sebagai area bermain anak. Tak hanya itu, di lantai atas juga disediakan kamar anak yang menyatu dengan ruang bermain. “Maklum, cucu Papi dan Mami jumlahnya cukup banyak, jadi mereka butuh tempat bermain yang cukup luas untuk mewadahi aktifitas mereka,” kata David.
Geometris dan Atraktif
Secara estetika, rumah yang terletak di hook ini terlihat atraktif, apalagi didukung dengan wajah rumah yang bisa dipandang dari dua sisi jalan. Tampil beda dengan gaya modern minimalis, ditengah lingkungan yang didominasi rumah bergaya mediteranian, justru membuat rumah ini menjadi sangat eye catching. Fasad rumah terlihat dinamis, lewat permainan massa kubus yang mendominasi. Aplikasi tonjolan, cerukan serta variasi material, berhasil memperindah tampilan bangunan. Fasad rumah juga tampil menarik dengan penggunaan material batu alam dan deretan bilah besi horizontal sebagai secondary skin.
Pilihan material yang kental dengan nuansa alami, nampak pada penggunaan batu alam hitam susun sirih pada dinding fasad depan atau di kolam ikan, batu kali sebagai lantai teras, dek kayu di kolam ikan serta kusen pintu-jendela yang terbuat dari kayu merbau. Sseluruh daun pintu-jendela yang didesain secara khusus, terlihat alami dan menampilkan karakter kayu merbau yang kuat.
Pergerakan Udara Maksimal
Rumah Keluarga ini tak hanya didesain dengan cermat dari sisi luarnya saja, namun juga dalam penataan ruang, sistem pergerakan udara dan perolehan view dari dalam rumah. Penempatan innercourt dan void di atas ruang keluarga, menciptakan pertukaran udara secara maksimal. David sengaja menerapkan banyak bukaan di seluruh rumah. Itulah sebabnya, hampir di semua sudut ruangan, dapat dirasakan udara mengalir dan masuknya cahaya alami.
Namun karena tak semua angin dan cahaya itu bersahabat, maka David pun harus pintar-pintar mencari solusi. Ssemisal dengan menempatkan kisi-kisi besi horisontal sebagai secondary skin di ruangan yang menghadap langsung ke arah matahari sore, memblokade dinding fasad sisi barat dengan batu alam, ataupun mengatur arah kisi-kisi vertikal di ruang bermain anak sehingga angin tidak berhembus terlalu keras. Tak hanya itu, potensi lingkungan yang berada tak jauh dari padang golf juga dimanfaatkan, dengan menempatkan bukaan ke arah sana, hingga memberi kenikmatan visual.

Keberhasilan desain rumah ini, salah satunya karena dapat memberi kenyamanan lahir dan batin penghuninya, sekaligus bisa mengakomodir semua kebutuhan. Tinggal di rumah ini, meski terbatas pada waktu-waktu tertentu, pasti akan memberi kesan mendalam, yang mendorong untuk datang dan datang lagi ke rumah ini. Kebersamaan bersama keluarga, memang tiada pernah tergantikan.



















