Home arrow KONSULTASI FENG SHUI arrow Pengaruh Warna dalam Ilmu Feng Shui
Rumahku Edisi Terbaru
 

Image

Image

Image

Image

 

LIFESTYLE & LEISURE
TIPS & ACCESSORIES
PROPERTY & REFERENSI BISNIS
ARSITEKTUR & DESIGN
mediakit
News
menuutama
Newsflashes
FAQs
Subscribe
Unsubscribe



CS-1 (Leni)

CS-2 (Putri)

Redaksi (Susi)

Login Form





Lost Password?
No account yet? Register

Image

Image  

 
Syndicate
Who's Online
We have 1 guest online
 
Pengaruh Warna dalam Ilmu Feng Shui PDF Print E-mail
Monday, 08 August 2011
Image     Salah satu topik menarik dalam ilmu feng shui adalah tentang bagaimana kita memanfaatkan warna, untuk menyeimbangkan komposisi qi dari sebuah ruangan. Walaupun pemanfaatan warna ini berada pada prioritas yang agak bawah, namun topik ini menarik karena mudah diaplikasikan.

 

     Untuk mengetahui pengaruh warna dalam ilmu feng shui, pertama-tama kita perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang teori five elements. Walaupun sekilas terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya apabila teori ini semakin diperdalam maka akan terlihat semakin rumit.


Teori Five Elements
     Beberapa hal mendasar yang perlu kita ketahui mengenai aplikasi warna menurut ilmu feng shui adalah bahwa dalam teori five elements terdapat tiga siklus, yaitu siklus produktif, siklus destruktif dan siklus memperlemah. Lima elemen tersebut adalah api, tanah, logam, air dan kayu. Selanjutnya teori five elements ini perlu dipadukan dengan ba gua (delapan trigram) sehingga kita mengetahui bahwa arah selatan bersifat api, arah barat daya dan timur laut bersifat tanah, arah barat dan barat laut bersifat logam, arah utara bersifat air serta arah timur dan tenggara bersifat kayu. Idealnya, warna yang kita terapkan pada arah tertentu adalah warna yang mendukung elemen dari arah tersebut. Misalnya arah selatan yang bersifat api, maka warna yang mendukung arah selatan adalah warna yang bernuansa kayu dan api, artinya warna yang semu-semu hijau atau warna semu jingga, merah, pink dan ungu. Setelah memiliki pengetahuan dasar seperti tersebut diatas, seorang konsultan feng shui perlu juga mengetahui kaitan teori five elements dengan angka-angka yang ada pada feng shui metode flying star. Pada metode ini, angka 1 bersifat air, angka 2, 5 dan 8 bersifat tanah, angka 3 dan 4 bersifat kayu, angka 6 dan 7 bersifat logam serta yang terakhir, angka 9 bersifat api. Apabila dari arah hadap rumah Anda didapati ruang yang memiliki komposisi qi yang terdiri dari sitting star dan facing star angka 6 dan 9, artinya ruang tersebut memiliki komposisi yang clash karena 6 bersifat logam yang diserang oleh 9 yang bersifat api sehingga qi pada ruang ini terdapat siklus destruktif. Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu menambahkan satu elemen yang dapat menjembatani qi yang konflik ini sehingga membentuk siklus produktif dari teori five elemen. Karena itu kita akan merekomendasikan pemakaian warna bernuansa tanah yaitu warna bernuansa kuning, cream, beige, broken white, abu-abu muda maupun warna coklat, sehingga terbentuklah siklus api mendukung tanah dan tanah mendukung logam.

 
Image
Wedding
Image
Pastry&Bakery
Image
Franchise
Image
Lezat Wirausaha
 
Rubrikasi
ACARA / EVENT
ANJANGSANA
ARSITEKTUR
BUAH BIBIR
COVER STORY
ETALASE
FIGUR
FLORA & FAUNA
FURNITURE
FOKUS
GALERI
GAYA HIDUP
HANG OUT
HOME APPLIANCE
HOME SWEET HOME
INFO
INTERIOR
INSPIRASI
KONSULTASI
KONSULTASI ARSITEKTUR
KONSULTASI FENG SHUI
KONSULTASI INTERIOR
LANSEKAP
LAPORAN UTAMA
LIPUTAN KHUSUS
MANCANEGARA
MATERIAL
PEMBIAYAAN
PERBANKAN
POJOK DESAIN
PROPERTY
Ragam
REKOMENDASI
ruang
SENI
SOROT
TIPS
TREN DESAIN
Wisata
Advertisement
Polling
Polling 1
Polling 2