 Ruang makan mungil yang menyatu dengan pantry, pasti akan memberi suasana yang berbeda. Acara bersantap pasti lebih semangat. Saat sarapan pagi atau sekedar menikmati camilan dan segelas teh di sore hari, bisa menjadi saat yang menyenangkan. Berinteraksi dan berkumpul bersama yang akan mempererat hubungan antar anggota keluarga, terlebih bagi yang dikepung padatnya aktifitas.
Menyatukan area makan dan dapur (pantry) adalah salah satu caranya. Meskipun sudah biasa, namun banyak pilihan desain yang bisa diintip untuk jadi inspirasi. Ttak harus menyediakan meja bar atau meja island lengkap dengan stool dan cooker hood diatasnya. Anda pun bisa menciptakan ruang makan mungil di area pantry, yang pas untuk aktifitas sarapan di pagi hari. Menciptakan ruang makan yang menyatu dengan pantry tidaklah rumit. Rrencanakan satu ruang khusus, dimana di dalamnya terdapat pantry dan seperangkat meja-kursi makan. Posisi dapur basah, sebaiknya terpisah agar ruangan terlihat rapi dan bersih. Lengkapi juga dengan cooker hood. Meskipun area ini bisa untuk memasak, namun jenis santapan yang disiapkan tentunya bersifat sederhana. Selain itu, area ini juga bisa berfungsi untuk menjamu tamu, baik rekan atau sahabat, yang sifatnya kunjungan santai.
Lantas, masih perlukah ruang makan yang sesungguhnya? Jawabnya, bisa ya, bisa tidak. Jika memang rumah cukup besar dan Anda merasa perlu menyediakannya, tempatkan ruang makan resmi tak jauh dari pantry. Yang penting, sesuaikan dengan kebutuhan. Dan, jangan ragu melakukan personalisasi gaya di hunian Anda. Bersantap dilengkapi View Halaman Belakang
Selain ruang makan resmi berkapasitas delapan orang, kediaman keluarga Hanna dan Dudy A Prahasto di bilangan Adyaksa Jakarta Selatan ini juga memiliki area makan lain, yang menyatu dengan pantry. Meski tak terlalu luas, ±10m², ruangan ini mampu menjadi favorit keluarga saat bersantap. Ttak hanya saat sarapan pagi, kegiatan makan siang dan malam pun seringkali dilakukan di ruangan ini. “Keluarga kami yang berjumlah empat orang, lebih senang bersantap di area ini. Kesannya hangat dan akrab,” jelas Hanna, sang nyonya rumah. Bukaan jendela lebar dan view menghadap ke halaman belakang, menjadi nilai tambah ruangan ini. Lantas, ruang makan yang besar difungsikan untuk apa ya? Tternyata, rumah ini sering dijadikan tempat kumpul anggota keluarga. “ Keluarga besar kami dari kedua belah pihak, sering memilih rumah kami sebagai tempat berkumpul, entah untuk arisan atau acara tertentu. Saat acara kumpul-kumpul berlangsung, baru deh ruang makan besar difungsikan, “ papar Hanna lebih lanjut. Manfaatkan Sudut Pantry
Ruangan berukuran 3x5 m ini dirancang khusus untuk area makan santai yang menyatu dengan pantry. Rruangan bertema tropis dengan sentuhan kayu yang dominan, sesuai dengan desain keseluruhan rumah. Layout pantry berbentuk huruf L, dilengkapi dengan perangkat dapur yang lengkap. Menurut sang arsitek yang juga si nyonya rumah, Firda Hidayat, keluarga mereka memang punya kebiasaan menjamu tamu. “Kami sering mengundang kerabat dan rekan. Biasanya acara bersantap resmi, dilakukan di ruang makan yang besar, lengkap dengan meja besar dan kursi disekelilingnya. Kadang acara berlanjut ke pantry, untuk sekedar memasak bersama. Karena itu, saya siapkan juga tempat duduk di pantry, yang sekaligus bisa digunakan saat sarapan,” papar Firda. Tips
- Pilih desain meja makan yang simpel, dengan material yang ringan agar tidak terkesan berat dan penuh. - Gunakan kursi secukupnya (maksimal 4 buah) , pilih desain yang terkesan santai dan informal, misalnya stool atau bangku dari bahan kayu dan rotan, atau kursi tanpa sandaran. - Jika ruangan sempit, meja makan bisa berupa meja bar yang menyatu dengan meja dapur, sehingga tidak memakan banyak tempat.
- Gunakan desain furnitur custom made yang kompak dan efisien. Misal desain meja makan yang bisa dilipat, disorong atau menyatu dengan kabinet dapur saat tidak digunakan. Desain seperti ini cocok untuk luasan terbatas, seperti di apartemen.
|