Home arrow LAPORAN UTAMA arrow Mengungkap Potensi Investasi
Rumahku Edisi Terbaru
 

Image

Image

Image

Image

 

LIFESTYLE & LEISURE
TIPS & ACCESSORIES
PROPERTY & REFERENSI BISNIS
ARSITEKTUR & DESIGN
mediakit
News
menuutama
Newsflashes
FAQs
Subscribe
Unsubscribe



CS-1 (Leni)

CS-2 (Putri)

Redaksi (Susi)

Login Form





Lost Password?
No account yet? Register

Image

Image  

 
Syndicate
Who's Online
We have 2 guests and 1 member online
Image
 
Image
 
Mengungkap Potensi Investasi PDF Print E-mail
Saturday, 23 May 2009
ImageJika Anda memang berniat berinvestasi, kejelian dalam memilih lokasi prima jelas sangat dibutuhkan. Jika salah, jangan harap investasi Anda akan segera kembali.Tumbuh dan berkembangnya kawasan di pinggiran Jakarta yang berkembang dengan pesat, tak lepas dari peran investor.

Ibarat pepatah, ada gula pasti ada semut. Disitu ada lahan emas, pasti berebut. Lihat saja di beberapa kawasan tak pernah terpikirkan oleh investor lima atau bahkan sepuluh tahun lalu. Tapi kini kawasan tersebut telah berkembang dengan pesat, dan melesat dengan cepat.

Denyut perekonomian pun mulai berdetak dengan cepat. Pembangunan yang dulu belum pernah terpikirkan, kini sudah tak asing bagi warga sekitar. Mulai dari maraknya pembangunan perumahan skala kecil hingga besar, pembangunan sarana pendidikan, rumah sakit hingga pusat belanja lengkap tersedia. Dengan demikian, pertumbuhan denyut perekonomian suatu kawasan akan terdongkrak naik seiring dengan semakin gencarnya pembangunan yang dilakukan.
Cepatnya pertumbuhan kawasan tersebut tak lepas dari peran investor yang memberanikan diri menghabiskan dana yang terbilang tak sedikit hanya untuk menjadikan areal tersebut sebagai pertaruhan bisnis. Seperti kawasan Depok, Tangerang dan Bekasi. Kawasan Depok, merupakan favorit kaum komuter yang berbuah kepada kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Belum lagi ditambah populasi penduduk yang makin padat. Merujuk pada suatu survei, daerah dengan aktivitas lalu lintas padat alias macet, akan menjadi area dengan potensi ekonomi yang cukup tinggi. Dengan tingkat kepadatan seperti itu, akan menciptakan sebuah ladang emas bagi pebisnis terutama para pengembang perumahan yang ingin mengadu keberuntungan.
Tapi tak hanya tingkat kepadatan penduduk yang dijadikan ukuran tingginya aktivitas ekonomi suatu kawasan. Akses ternyata menduduki urutan pertama sebagai sarana untuk mendongkrak tingginya tingkat aktivitas tersebut. Pembangunan dan perbaikan sarana jalan akan menjadikan denyut perekonomian berjalan semakin lancar. Apalagi bila ditunjang dengan pembangunan jalan tol, akan mempercepat denyut investasi yang masuk.
Salah satu faktor utama bangkitnya perekonomian sebuah kawasan adalah akses. Pembangunan akses menjadi begitu penting untuk mengimbangi derasnya laju informasi dan investasi ke kawasan tersebut, bahkan bisa membuat denyut nadi perekonomian semakin lancar lagi. Di kota-kota penyangga serentak dibangun tol yang membelah kota menuju ke berbagai titik. Seperti JORR dan BORR. Kedua ruas tersebut akan memperkuat keberadaan ruas tol dalam kota.
Menurut Juan Panca, General Manager Daan Mogot Baru, pertumbuhan suatu kawasan didorong oleh investasi yang masuk.” Kalau tidak ada, mana bisa berkembang. Bahkan bisa ketinggalan dengan kawasan lain. Umumnya kalau sudah ada properti yang di bangun, tak lama pasti harga tanah di sana ikut naik,” paparnya.
Contohnya seperti kawasan Serpong, Tangerang. Kawasan yang dulunya hampir tidak di kenal oleh siapapun, kini berubah menjadi sebuah kota mandiri yang ramai. Perkembangannya hingga kini masih terus berlanjut. Bumi Serpong Damai atau lebih akrab disebut dengan BSD adalah sebuah kota terencana yang terletak di kecamatan Serpong, Tangerang. Saat ini kata ‘BSD’ sudah tidak lagi sebuah kawasan pinggiran Tangerang, namun lebih berupa sebuah kota tersendiri. Perkembangan kawasan Serpong khususnya di sektor properti sangatlah fantastis. Pengembang yang membangun perumahan di kawasan itu, di antaranya Melati Mas (500 hektare) yang kini meluncurkan Melati Mas Residence dan Bumi Serpong Damai (BSD) City yang mengembangkan 6.000 hektare lahan. Ada juga Summarecon Serpong dengan lahan seluas 1.200 hektare yang membangun Gading Serpong Permai, Alam Sutera seluas 1.700 hektare yang dikembangkan oleh PT Alfa Goldland Realty, dan pengembang lainnya yang menawarkan perumahan seperti Villa Serpong dan Serpong Park.
Menurut Panangian Simanungkalit, Direktur Pusat Studi Properti Indonesia, kawasan Serpong sangat berpotensi menjadi kota dalam kawasan Jabodetabek (Greater Jakarta). Penilaiannya itu didasari dengan luas kawasan Serpong yang kurang lebih mencapai 10.000 hektare dan akan dihuni sekitar 2 juta penduduk.
Menurutnya, kecepatan membangun kawasan Serpong sekarang sudah hampir tidak sebanding dengan percepatan kenaikan harga tanah di wilayah itu. Oleh karena itu, ia optimistis kawasan Serpong akan menjadi kota tersendiri/mandiri yang lebih besar lagi.
“Kawasan yang prospektif di Jabodetabek salah satunya adalah Serpong. Ia menjadi prospektif karena dekat dengan Tangerang yang merupakan kawasan industri,” ujarnya.
Mengekor sukses membangun Kelapa Gading, Sumarecon Serpong membangun Gading Serpong Permai. Summarecon Serpong intens membangun kawasan hunian dan komersial di kawasan seluas 400 hektare ini. Johanes Mardjuki, Direktur PT Summarecon Agung Tbk, mengakui pihaknya ingin mengulang sukses dari Kelapa Gading Permai mengingat Gading Serpong adalah aset yang paling mungkin dikembangkan oleh Summarecon Agung di masa mendatang.
Dibandingkan kawasan lain di Jabodetabek seperti Bekasi, Tangerang, Depok, barangkali Cibubur juga dikenal sebagai butik properti yang paling pesat. Banyak kawasan perumahan yang menawarkan berbagai keunggulan. Tumbuhnya kawasan hunian, serta fasilitas dan sarana lainnya, menjadikan Cibubur sebagai kawasan cantik yang nyaman sebagai tempat tinggal.
Selain itu, Cibubur melengkapi wilayahnya dengan berbagai fasilitas. Tidak aneh bila pembangunan kawasan hunian, niaga, supermarket, dan sarana, serta fasilitas lainnya terus ‘menggeliat’ di Cibubur. Cibubur juga memberikan kemudahan dalam hal transportasi. Dari pusat bisnis ibu kota, hanya butuh waktu kurang lebih 45 menit perjalanan jika melalui jalan tol Jakarta, Bogor, dan Ciawi (Jagorawi).
Meskipun identik dengan kemacetan, namun banyak orang yang memilih tinggal di kawasan ini. Dari Depok juga tidak terlalu jauh, hanya lebih kurang 20 menit. Sementara dari Bogor bisa ditempuh melalui Cileungsi ataupun melalui jalan tol. Hal ini tentu saja akan membuat akses ke Cibubur semakin mudah dan cepat. Tak pelak, sepanjang Jalan Alternatif Cibubur terdapat lebih dari 10 kompleks perumahan menengah atas.
Kawasan diatas hanya sebagai contoh dari pertumbuhan suatu kawasan yang dulunya tak pernah terjamah oleh investasi. Tak bisa dipungkiri, keberadaan properti menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi suatu kawasan. Begitu pula dengan keadaan di sekitarnya yang juga giat membangun. Dimana ada pembukaan lahan baru, pastinya investasi akan merangkak naik. Tinggal pintar-pintar Anda menentukan pilihan yang terbaik.
 

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
Image
Hunianku
Image
Apartment
Image
Idealhome
Image
Livingestate
 
Rubrikasi
ETALASE
HOME SWEET HOME
TREN DESAIN
ARSITEKTUR
INTERIOR
LAPORAN UTAMA
LIPUTAN KHUSUS
REKOMENDASI
PERBANKAN
PROPERTY
SOROT
FIGUR
ANJANGSANA
BUAH BIBIR
HOME APPLIANCE
INSPIRASI
FLORA & FAUNA
SENI
KONSULTASI
HANG OUT
MANCANEGARA
TIPS
LANSEKAP
COVER STORY
PEMBIAYAAN
POJOK DESAIN
KONSULTASI ARSITEKTUR
KONSULTASI INTERIOR
KONSULTASI FENG SHUI
GAYA HIDUP
INFO
MATERIAL
GALERI
FURNITURE
Wisata
Ragam
FOKUS
ruang
Advertisement
Polling
Polling 1
Polling 2