Tiga Tren Warna Biru Dulux 2026 Hadirkan Ritme Kehidupan yang Lebih Seimbang
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Selasa, 27 Januari 2026 07:36
- Ditayangkan: Selasa, 27 Januari 2026 07:10
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 60
- 27 Jan
Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, kebutuhan akan ruang yang dapat menghadirkan ketenangan menjadi semakin penting. Aktivitas yang instan, paparan digital tanpa henti, serta tuntutan untuk selalu responsif membuat banyak orang kesulitan menemukan jeda untuk beristirahat dan memulihkan diri. Dalam konteks ini, rumah dan ruang publik kembali dipahami bukan sekadar ruang fungsional, tetapi juga tempat pemulihan emosional dan penyeimbang ritme hidup.

Ananda Gunadharma, Category Marketing Manager PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia); Niluh Putu Ayu Setiawati, Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia
Menjawab kebutuhan tersebut, Dulux memperkenalkan Colours of The Year 2026 dengan tema Rhythm of Blues™, sebuah pendekatan warna yang dirancang untuk membantu masyarakat menemukan ketenangan melalui ruang di sekitarnya. Diusung melalui kampanye #TemukanTenangmu, inisiatif ini lahir dari riset tahunan Dulux yang mengamati perubahan sosial, budaya, dan emosional manusia serta kaitannya dengan warna dan pengalaman ruang.
Berbeda dari tren warna sebelumnya yang menonjolkan satu warna utama, tahun ini Rhythm of Blues™ menghadirkan tiga nuansa biru yang merepresentasikan ritme hidup yang beragam—karena setiap orang memiliki ritmenya masing-masing.
Slow Swing™, biru gelap yang menenangkan, membantu memperlambat ritme dan memulihkan energi; ideal untuk ruang istirahat dan refleksi.
Mellow Flow™, biru terang yang lembut, menciptakan rasa seimbang dan kebersamaan, cocok untuk ruang keluarga dan area komunal.
Free Groove™, biru ekspresif dan energik, memberi ruang bagi kreativitas tanpa menghilangkan rasa nyaman.

Warna biru telah lama diasosiasikan dengan ketenangan, stabilitas, dan rasa aman. Berbagai kajian psikologi warna menunjukkan bahwa paparan warna biru dapat memicu respons emosional yang lebih tenang serta menghadirkan pengalaman ruang yang lebih nyaman dan seimbang. Pemahaman ini menjadi dasar pemilihan spektrum biru dalam Rhythm of Blues™, menjadikan warna bukan sekadar elemen estetika, tetapi bagian dari pengalaman ruang yang mendukung kesejahteraan emosional.
Namun bukan hanya itu—pakar lintas disiplin juga menegaskan relevansi pendekatan ini.
Perspektif Industri dan Praktisi
Niluh Putu Ayu Setiawati, Head of Marketing AkzoNobel Decorative Paints Indonesia, menegaskan bahwa pemilihan warna dalam Rhythm of Blues™ berangkat dari pemahaman bahwa setiap individu memiliki ritme hidup dan kebutuhan emosional yang berbeda.
“Kami ingin mengajak setiap orang untuk melihat warna bukan hanya sebagai elemen visual, tetapi sebagai bagian dari pengalaman ruang yang dapat mendukung rasa aman, nyaman, dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu memiliki cara berbeda dalam menemukan ketenangan. Lewat Rhythm of Blues™, kami ingin menunjukkan bahwa ketenangan itu personal. Ada biru untuk setiap ritme hidup dan setiap ruang. Warna bukan hanya soal tampilan, tetapi tentang bagaimana ruang bisa mendukung kekuatan emosional penggunanya,” jelas Ayu.

Dari perspektif arsitektur, Teguh Aryanto, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, melihat warna sebagai bagian integral dari perancangan ruang modern.
“Dalam praktik desain saat ini, kami tidak lagi hanya memikirkan bentuk dan fungsi, tetapi juga bagaimana ruang memengaruhi kondisi mental penggunanya. Warna biru membantu menurunkan intensitas visual dan menciptakan rasa stabil, sehingga ruang terasa lebih tenang tanpa menjadi dingin atau pasif,” ujarnya.
Pendekatan ini juga relevan bagi kebutuhan kesejahteraan sosial dan kesehatan mental. Sylvia M. Siregar, Founder & Board of Patrons Filoksenia Foundation, menekankan bahwa warna memiliki pengaruh besar bagi anak-anak dengan neurodiverse, terutama di tengah tingginya stimulasi visual di era modern.

“Bagi anak-anak dengan neurodiverse, ruang dan warna bukan sekadar estetika. Lingkungan visual yang tepat dapat membantu menurunkan kecemasan, meredam overstimulasi, dan menciptakan rasa aman. Dalam pengalaman kami, warna biru sering menjadi penyeimbang emosional yang membuat anak lebih tenang dan fokus,” jelas Sylvia.
Sementara itu, dari perspektif feng shui, Jenie, Feng Shui Expert, memandang rumah sebagai pusat keseimbangan energi di tengah padatnya aktivitas.
“Warna biru memiliki karakter yang lembut dan menenangkan, sehingga mudah diterapkan di berbagai ruang. Dengan pilihan nuansa biru seperti Slow, Flow, dan Free dalam Rhythm of Blues™, warna dapat disesuaikan dengan fungsi ruang dan kebutuhan energi penghuninya. Pendekatan ini membantu menciptakan rumah yang lebih seimbang, personal, dan nyaman untuk ditinggali,” ungkapnya.
Melalui peluncuran Dulux Colours of The Year 2026: Rhythm of Blues™, Dulux mengajak masyarakat Indonesia untuk memandang warna sebagai bagian dari solusi menuju hidup yang lebih seimbang. Karena pada akhirnya, ketenangan adalah hak setiap orang—di setiap ruang.



















