Ukiran Gembol Jati Lestarikan Alam Lewat Karya Seni
- Kategori Induk: TIPS & ACCESSORIES
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Rabu, 17 Maret 2010 22:56
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 8757
- Cetak
- 17 Mar
Pada awalnya gembol atau akar jati merupakan benda yang awam untuk dijadikan koleksi, terlebih lagi jika harus dipadankan dengan kata seni. Namun siapa sangka, bagian dari alam yang dulu dibuang kini telah menjadi primadona ketika disentuh oleh tangan-tangan yang tepat.
Akar jati yang dimaksud disini benarlah akar jati yang tertanam di perut bumi selama ribuan tahun, dan kemudian dibentuk karakternya oleh alam sendiri. Bersama dengan kejadian-kejadian alam seperti hujan,
Karakter yang dimaksud di sini adalah mengenai bentuk dasar dari akar tersebut sebelum akhirnya diukir dan dipamerkan di ruang rupa. Karena pada dasarnya ukiran hanya digunakan untuk mempertegas bentuk saja, selebihnya telah dikerjakan oleh alam.


Tangan Tuhan dan Tangan Seniman
Jika dilihat memang tangan-tangan para seniman sungguh kreatif kala mengukir akar-akar jati ini. Benda mati yang benar-benar hampir mati ini menjelma menjadi patung-patung penuh nyawa. Sepintas memang mereka tak bergerak, namun perhatikan dan tataplah dalam-dalam kearah mata mereka. Aura hidup terpancar begitu nyata dari ekspresi yang ditampilkan.
Itulah yang ditekankan oleh sang seniman kala menelurkan karya-karyanya. Menjadikan benda mati ini terlihat semakin hidup, melalui pengenalan karakter, pembentukan ekspresi, serta gesture si patung dibuat se-real mungkin.
Pada awalnya akar-akar jati ini hanyalah sebuah gelondongan kayu, namun bukan gelondongan biasa karena alam telah memberi bentuk natural kepada mereka. Kemudian para pemahatnya berpikir keras terhadap bentuk dasar dari akar-akar ini, hingga timbul pertanyaan “Bentuk apa? Apa yang sedang dilakukannya ?”. Selanjutnya, para pemahat mereka-reka bentuk dasar dari gelondongan ini, hingga akhirnya didapat jawaban berupa hasil akhir dari patung tersebut.
Dalam hal ini telah terjadi campur tangan antara manusia dan Ttuhannya. Sang pencipta menciptakan si akar jati, kemudian memahatnya melalui kejadian-kejadian alam. Lantas urusan finishing dikerjakan oleh para seniman pahat, demi merealisasikan sebuah scene dan menyempurnakan sebuah momentum alam.
Bentuk-bentuk seperti singa yang sedang menerkam mangsanya, rusa yang sedang mengambil air minum, burung yang akan terbang dari sarangnya merupakan hasil akhir dari karya seni yang sarat nilai heritage-nya ini.
Memang sengaja jika tampilan patung ini tidak dipahat secara keseluruhan. Hal ini semata-mata hanya untuk membuktikan, bahwasanya bentuk dasarnya telah diukir sedemikian rupa oleh alam. Bentuk-bentuk yang dipilih memang kebanyakan berupa relief akan scene-scene kehidupan. Semuanya disajikan melalui material dasar yang unik dengan detail finishing yang apik, sampai kepada masalah bentuk bagian tubuh saat melakukan sesuatu, semuanya diceritakan begitu detail pada tiap-tiap ukirannya.


Hunting Akar Jati
Produk yang baik dihasilkan melalui material yang baik, rasanya bukan sebuah pernyataan yang berlebihan. Ttak heran jika para seniman pengrajin ukiran akar jati ini selalu mencari material-material akar terbaik dari alam.
Pegunungan kapur di daerah Jawa Ttimur diklaim memiliki kualitas akar jati terbaik. heran jika para pengrajin rela menghabiskan waktu demi mencari sebilah akar di kedalaman tanah disana. Keras, berat, kuat dan kokoh memang menjadi karakter dari si akar jati, namun akar-akar jati yang tertimbun dalam tanah pegunungan kapur di Jawa memiliki keunikan tersendiri. Apalagi jika bukan warnanya yang putih akibat pengaruh dari kapur.
Bagian fosil yang berwarna putih ini memang menarik dan memberi nilai estetika dan eksotika tersendiri. Karakteristik yang dimilikinya hampir seperti batu, hingga tak heran jika harganya bisa dilego begitu mahal.
Selain itu, ada juga akar-akar jati yang terbenam dalam tanah di pinggir laut Sulawesi Ttenggara. Menurut para pakarnya, jenis yang satu ini juga dinilai sangat unik, dengan warna cokelat gelap dan rata-rata telah memiliki bentuk yang bagus, sehingga tidak perlu sulit untuk dipikirkan akan dibentuk seperti apa nantinya.